Jendela

Apa Makna Like di Instagram Menurut Kamu?

Masih ingat dengan postingan foto telur yang pernah booming di instagram?  Awal Januari lalu, akun @world_record_egg mengunggah foto telur berlatar putih. Tak disangka, foto itu berhasil memecahkan rekor dengan menghimpun lebih dari 53 juta like.

Akun @world_record_egg ternyata sedang mempromosikan kampanye kesehatan mental. Eugene menjadi simbol dari perasaan tertekan (pressure) yang kerap dirasakan orang-orang, utamanya ketika aktif di media sosial.

“Akhir-akhir ini saya mulai retak. Tekanan media sosial menghantui saya. Jika kalian merasakan hal yang sama, ngobrol dengan seseorang!” begitu kata Eugene pada postingan keenam.

Ia ingin memberi tahu bahwa merasa tertekan akibat media sosial adalah hal wajar dan tak perlu malu mengakuinya. Di media sosial, siapa saja bisa menguntit kehidupan orang lain. Akibatnya, kita rentan menjadi minder dan iri hati ketika melihat kehidupan orang lain lebih bahagia. Ada pula tekanan yang muncul akibat kecenderungan “menuhankan” jumlah like dan follower. Eugene mengajak netizen untuk membagikan tekanan-tekanan itu dengan mengunjungi situs talkingegg.info.

Dikutip dari suara.com, survei yang dilakukan OnePoll terhadap 2.000 responden mengungkapkan bahwa satu dari lima millenial merasa paling stress jika jumlah like di Instagram sedikit dibandingkan putus cinta dengan pasangan.

Postingan Instagram yang mendapat banyak love atau like ini nampaknya sangat disukai oleh penggunanya. Bahkan, rasa bangga jika jumlah like postingan bertambah. Hal tersebut menandakan bahwa  usaha untuk memposting sesuatu berhasil. Apakah kamu mengalami hal demikian?

Padahal makna like di Instagram itu memiliki arti yang beragam. Menurut Psikolog Rosdiana Setyaningrum yang dikutip dari tabloidbintang.com, menyebutkan alasan seseorang memberi tanda like, semua tergantung dari pribadi masing-masing. “Kalau menurut saya, ini tergantung orangnya. Ada orang yang senang saja dia like-in semua. Ada yang benaran dia suka baru dia like.”

Menurut Rosdiana, bahwa seberapa banyak memberi like atau berharap like, bukanlah pertimbangan utama saat bermain media sosial. Yang harus dipertimbangkan saat melakukan semua aktivitas di media sosial sebaiknya adalah membina silaturahmi dan memberikan sesuatu yang baik untuk orang lain. “Masalah ada yang balas memberi like atau tidak, mestinya bukan menjadi isu utama. Karena kalau kita terpaku pada seberapa banyak like, baik yang diberikan dan diharapkan, jadinya seperti tidak dalam lagi pertemanannya.”

Selain pada media Instagram, ternyata hal serupa ditemui pada pengguna Facebook. Survei dan virtual etnografi dari Hine (2000), Rulli Nasrullah dalam buku Teori dan Riset Media Ciber  menemukan fenomena makna like yang terjadi di dunia virtual. Fenomena ini di fokuskan pada makna dan alasan mengapa pengguna mengklik tombol like di kolom komentar yang ada di Facebook, yakni: (1) menyukai, (2) menyetujui, (3) turut merasakan, (4) ungkapan simpati, dan (5) peninggal jejak.

Makna like pada dasarnya tergantung dari pengguna Facebook itu sendiri menyikapi status pengguna Facebook lain. Namun makna ini masih bersifat komunikasi pada diri sendiri dan amsih terbatas untuk dapat dimaknai oleh orang lain; dalam hal ini pengguna Facebook yang statusnya ditandai dengan jumlah klik di tombol like tentu tidak bisa menjangkau makna sesungguhnya dari setiap entitas yang mengklik itu.

Hal ini didukung oleh oleh postingan blog Instagram yang menyebutkan bahwa mereka berharap agar penggunanya memiliki “pengalaman nyata dan interaksi asli” dan tidak menggunakan aktivitas tidak otentik, seperti aplikasi pihak ketiga, yang secara artifisial meningkatkan keterlibatan. Aplikasi Instagram membuat peleburan dalam tanda antar penggunanya. Ketika seseorang melakukan aktivitasi berupa comment atau like terhadap suatu foto yang terunggah di aplikasi tersebut, maka orang tersebut sedang berinteraksi dengan foto yang ada.

Lalu dengan banyak atau sedikitnya likes di Instagram pribadi, apa yang kamu rasakan?

Satu Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *