Belajar Tik Tok
Bilik Cerita

Belajar Buat Konten di Tik Tok: Antara Mau Tidak Mau, Eh Ternyata Wajib Harus Dicoba!

“Ini gimana ya cara ngeditnya?” ujarku bertanya dengan Dwi. Awal bulan itu aku belajar ngedit video di aplikasi Tik Tok. Meski sudah tahu lama akan aplikasi ini, namun belum pernah menggunakan aplikasi ini apalagi membagikan konten.

Tahun lalu bahkan pernah buat akun, namun itu hanya dipakai sekali saja untuk melihat seperti apa aplikainya. Lalu tiba saatnya, menggunakan Tik Tok untuk kebutuhan pekerjaan, yakni membuat konten. Namun, apakah membuat konten sekadar buat? Tentu aja tidak. Harus mengerti traffic atau lalu lintas di Tik Tok seperti apa. Bertanya pada yang lebih muda usianya, karena mereka yang sering menggunakan aplikasi ini, bertanya pada adik dan rekan kerja yang sudah lama menggunakan Tik Tok.

Jujur saja sampi sebulan mulai menggunakan aplikasi berbagi video ini antara exited buat konten hingga muak melihat video-video yang tampil di FYP (for you page)—beranda Tik Tok.

Tik Tok ini termasuk unik jika dibandingkan dengan media sosial pendahulunya seperti instagram. Di Tik Tok tidak harus estetik, tidak mesti glowing, tidak kenal kamera bagus, semua itu bisa masuk FYP. Dari Tik Tok kita belajar buat konten harus unik tanpa peduli kamu siapa dan menggunakan gawai seperti apa. Tik Tok kreator juga beragam, dari beberapa akun yang sering muncul di fyp ku juga sangat beragam, enggak harus yang diikuti, bisa saja muncul namboru yang membahas adat batak, atau mba-mba yang bahas keseharianya, atau mas-mas yang cerita tentang culture shock yang dialaminya di tempat kuliahnya. Bahkan dari mereka yang muncul di fyp tersebut aku tidak tahu dia siapa dan tinggal dimana, kecuali aku mencari tahunya sendiri. Misalnya dengan melihat profilnya dan melihat video yang lainnya yang memunculkan rasa penasaran.

Apakah teknik pengambilannya keren banget? Aku bisa katakan tidak, tapi mereka bisa membagikan cerita yang mereka alami dengan keunikan dari setiap kreators tersebut.

Selain unik, ini menarik bagaimana biasanya video dengan durasi yang singkat bahkan tidak sampai 1 menit bisa menarik penonton untuk mengikuti cerita kita. Seriusan, ini PR yang harus diingat tiap buat konten Tik Tok. Belum lagi ada istilah 3 detik pertama, huh makin ribet rasanya.

Sebagai pemula aku banyak banget belajar Tik Tok apalagi menjelang akhir tahun ini. Bahkan diberi kesempatan bisa ambil course yang membahas bagaimana membuat konten bisa masuk FYP. Baru kali ini seniat itu dan nampaknya harus banget biar enggak meraba-raba. Ada pengetahuan dasar yang bisa dikembangkan atau acuan tiap membuat konten.

Perubahan yang kualami ialah aku jadi mulai berani tampil di kamera. Bahkan aku juga ikut lomba Grand Opening K-24 Mayang Jambi. Merasa ketrigger habis ikut kelas. Cailee, berasa sombong ya, padahal disitu aku ingin banget praktekin apa yang sudah kuterima. Dan satu yang buat aku yakin ialah konten yang bagus itu dibuat, bukan hanya jadi ide di kertas atau bahkan di pikiran ini.

Pengumuman pemenang di stories Instagram K-24 Mayang Jambi

Puji Tuhan konten yang aku buat terpilih sebagai pemenang. Rasanya kayak wah seru juga ya! Berikutnya mau buat yang gimana lagi ya? Hehe, harapanku h bisa konsisten dan tetap bisa ngasih nilai disetiap konten yang kubagikan.

Kadang aku merasa tua atau gaptek setiap ada aplikasi baru kugunakan, hah ini gimana cara gunainnya. Seperti hal nya aplikasi Tik Tok tersebut. Pertama kali banyak tanya dan banyak lihat video orang lain. Bahkan sampai muak lihat video yang muncul di FYP. Bahkan awal-awal semua video yang enggak begitu penting juga ditonton, belum disaring maksimal.

Kabar baik kedua dari mengenal Tik Tok ialah tim ku menang lomba Tik Tok tentang Core Value PT. K24 Indonesia. Oh iya jangan salfok, namanya lomba Tik Tok tapi membagikan kontennya di Instagram. Buat konten ini lebih niat sih, mulai buat skrip kasar hingga harus menentukan ini nilai yang seperti integritas yang cocok perannya bagaimana.

Video di tim kami berbeda dengan menampilkan 3 video, dengan video openig—ucapan ulang tahun untuk K-24 Indonesia, kedua penjelasan Core Value PT. K24 Indonesia. terakhir video penutup, video gerakan core value yang dilakukan bersama-sama.

3 November pengumuman lomba Tik Tok diumumkan. Kabar baik hadir di tim kami, video yang kami buat menjadi salah satu pemenang lomba dari sekitar 70 an yang ikutan. Happy banget karena dari awal itu memang direncanakan semaksimal mungkin dan harus menang. Pokoknya haru menang jadi harus totalitas. Sepertinya hasrat menang dalam diri berteriak, haha.

Diberinya kesempatan menang pada event lomba Tik Tok tersebut rasanya kayak welcome banget di aplikasi ini. Banyak banget peluangnya. Tapi satu hal yang ingin selalu kuingat itu buat konten harus konsiten. Namun kadang hati ini galau antara mau fokus nulis di blog atau ngulik-ngulik Tik Tok lebih dalam. Meski beberapa orang akan menyarankan kenapa enggak dijalankan keduanya? Ehm, gimana ya ngurusin blog ini saja sering ada idenya namun enggak jadi ditulis atau di up di blog.

Begitulah keluh kesah “budak” konten ini, yaitu masih suka nunda dan suka malas. Semoga bisa konsisten dimedia manapun.#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *