Bilik Cerita,  Jambi

Jalan-jalan Sore ke Agrowisata Nanas di Tangkit Baru Muaro Jambi

Setiap dengar nama tempat baru dan punya kesamaan dengan Pekanbaru rasanya telinga ini gatal ingin. Kejadian ini saat teman-teman di apotek cerita kalau kampungnya itu banyak pohon nanas atau penghasil nanas. Tahu apa yang ada di benakku saat mendengar ini? Nanas yang terhampar disepanjang Jalan Bangkinang Kampar Riau. Dulunya jalan yang sering kulewati saat pulang kampung dari Pekanbaru menuju Rokan Hulu Pasir Pangaraian.

Buat orang yang lama tinggal di Pekanbaru atau sekitar Kampar, tahu banget kalau Kampar Riau dikenal hasil tanaman nanas. Bahkan aku menemukan makanan olahan nanas yang beraneka ragam sejak tinggal di Pekanbaru. (Fyi, jarak Pekanbaru dan Kampar itu berbatasan ya, jadi bisa dkategorikan dekat).

Disini juga ada sedikit memiliki persamaan, daerah penghasil nanas di Jambi ini berbatasan dengan Kota Jambi. Nama tempatnya Tangkit Baru, Sungai Gelam Muaro Jambi, letaknya udah berbeda kabupaten dengan Kota Jambi. Namun jaraknya hanya setengah jam aja lho. Bedanya, jika yang di Pekanbaru daerah Kampar dilalui jalan lintas dari Pekanbaru Sumetra Barat atau Pekanbaru Gunung Tua, jadi saat di perjalanan akan tampak kebun nanas dari kendaraan.

Akhir bulan lalu, tepatnya 21 Oktober aku dengan rasa penasaran langsung berangkat ke Tangkit Baru. Buat pemula ini termasuk mudah karena cukup melihat google maps dan tidak banyak belokan yang memusingkan. Saat itu aku berangkat dari Kebun Handil menuju daerah Simpang Chandra lurus terus sampai ada pertigaan antara lurus atau belok kanan. Jalanya cukup lurus saja mengambil jalan yang mulai mengecil dari sebelumnya, meski jalanan kecil di tepi jalan masih ramai pertokoan dan rumah-rumah warga. Dan sampai di pertigaan lagi dengan petunjuk jalan kearah kiri ke Tangkit Baru, cus belok ikutin aba-aba lurus sampai nemu tugu nanas.

Jalan lurusnya terasa agak lama, hampir ragu apakah benar itu jalannya. Saat mengecek kembali google maps ternyata letak tugu nanasnya sekitar 200 meter lagi. Benar saja, tidak jauh sudah tampak tugu nana ditengah jalan. Belokan kiri di tugu nana tampak plang atau gapura yang bertuliskan “AREA AGROWISATA NANAS”. Ikutin jalan lurus maka akan kelihatan kebun nanas dan beberapa rumah warga sampai ketemu area khusus untuk pengunjung.

Gerbang masuk area agrowiasata nanas di dekat Tugu Nanas, Oktober 2021

Tangkit Baru ini dikenal sebagai penghasil nanas terbanyak di Provinsi Jambi. Nanas segar juga dikirim ke Jakarta  agar stok nanas di Jambi. Tidak hanya menjual buat segar, buah nanas diolah menjadi dodol, selai, kue kering, nanas goreng, keripik dan lainnya.

Area agrowisata Nanas Tangkit Baru, Oktober 2021

Meski Tangkit Baru ini pedesaan, akses ke lokasi termasuk mudah. Bahkan beberapa toko ada yang menjajahkan oleh-oleh olahan nanas. Bahkan saat berkunjung tersebut, pada bagian depan sedang membangun gerai untuk menyediakan oleh-oleh bagi pengunjung.

Selain membeli nanas, disana kamu bisa menikmati matahari sore sambil jogging atau sepedaan. Karena udah tersedia jalanan yang disemen yang bisa dilalui kendaraan roda 2 untuk mengelilingi perkebunan nanas. Jika lelah, ada juga pondok untuk santai yang boleh digunakan untuk umum. Bahkan sudah disediakan toilet juga lho. Semoga semua fasilitasnya terjaga dengan baik ya!

Sayang banget, saat tiba di Tangkit Baru hujan yang lumayan lama sekitar 1 jam. Jadi saat disana tidak bisa menikmati sunset ala anak senja. Sebab temanku itu bilang, kalau sore mataharinya keren. Bisa foto cantik ala intagramable gitu.

Masuk agrowisata ini gratis tanpa ada biaya pungutan ya! Kalau parkir kurang ngerti karena saat itu pengunjungnya enggak ada karena hujan.

Jalanan sudah di beton bisa dilalui kendaraan roda 2, Oktober 2021

Beruntungnya aku ketemu warga disana, jadi bisa tanya-tanya tentang Desa Tangkit Baru. Menurut penuturan si bapak tersebut, warga desa sudah 40 tahunan mengelola nanas. Uniknya penanaman nanasnya cukup dilakukan diawal saja, setelah itu tinggal dirawat dan dipanen buahnya. Tidak ada musim replanting atau tanam ulang. Harga jual nanas perbuah paling mahal itu mencapai 6 ribuan. Jika ada harga tertinggi, maka selama PSBB kemarin harga nanas anjlok diharga 500 rupiah saja.

Sebagai penutup datang sore hari saat cuaca cerah, bisa banget liburan bareng teman atau orang terdekat makin seru. Jalanan termasuk ramai sehingga tida perlu khawatir saat jam pulang ya! Tempat selanjutnya kemana nih?#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *