Bilik Cerita,  Blog Competition,  Jambi

Langkah Kecil untuk Konsisten Ngeblog

“Mba, kami sering lho baca blognya,” ujar seorang teman kerja. Jujur enggak ekspektasi apa-apa, bahkan karena belum ngeh akan pernyataan tersebut seolah “hah benaran?” Maklum saja jarang banget ada yang baca secara sukarela. Apalagi tulisan di blog yang paling banyak dibaca ialah informasi umum seperti penulisan gelar ilmu komunikasi.

Selama di Jambi aku mulai memberikan waktu lebih untuk jalan-jalan sekalian untuk update momen tersebut dalam tulisan. Jadi seolah-olah tugasnya mengunjungi tempat baru tapi ada buah tangannya misalnya tulisan di blog.

Memang sih, setiap pertanyaan yang muncul di kepala, “kok bisa ya?” Banyak sekali pertanyaan baru yang muncul. Sama halnya saat aku pertama kali untuk memutuskan menetap di Kota Jambi. Bahkan kota ini tidak ada dalam list tempat yang akan dikunjungi bahkan untuk bekerja.

Namun saat mulai melihat-lihat dan merasakan langsung hangatnya Kota Jambi dengan angin sepoi-sepoinya, tidak terasa hampir 2 tahun bertahan di kota ini. Satu hal yang tidak pernah kusesali ialah aku berusaha untuk konsisten menulis tentang pengalaman selama di Jambi. Mulai dari menikmati mie ayam rekomendasi kakak sepupu, Taman Agrowisata Nanas di Tangkit hingga tur museum di Kota Jambi. Bahkan saat mengunjungi museum aku memanfaatkan waktu cuti kerja untuk bisa puas berkeliling dari pagi hingga sore hari, mulai dari Museum Perjuangan Rakyat Jambi, Museum Siginjai dan Museum Gentala Arasy. Wah, sebuah effort ya padahal tidak ada tugas seperti anak sekolahan. Bahkan teman-temanku tertawa saat aku menyebutkan menghabiskan cutiku hanya berkeliling museum.

Satu hal yang kuyakini ialah semua kenangan di Jambi ini bisa kubagikan di blog dan menjadi langkah kecil hari ini sebagai dopping untuk konsiten update blog.

Apakah ini behasil? Bukan tentang berhasil atau tidak, tapi aku menikmati setiap proses rasa penasaran ingin tahu tentang budaya Jambi. Semakin memperkaya ingatan bahwa Jambi bukan sekadar Gunung Kerinci dan Sungai Batangharinya saja. Tapi Jambi juga terkenal dengan tempoyak, mpek-mpek, bahasa dan logat yang beragam ada yang mirip-mirip Palembang. Jambi terkenal banyak sekali apoteknya, mulai dari Kimia Farma, K24 dan KDA.

Bahkan aku iri dengan layanan kesehatan publik seperti puskesmasnya. Jika puskesmas yang ada dipikirankku terkenal tua bahkan jarang sekali orang datang untu berobat, disini semua itu salah besar. Kalau kamu sakit ringan tujuan pertama ya puskesmas, namun untuk sore hingga malam baru ke klinik dan lainnya. Bahkan untuk layanan vaksin aku juga di Puskesmas lho, maaf bukan promosi hanya rasa kagum dengan pelayanannya.

Jambi juga terkenal juga dengan ayam gepreknya yang murah meriah, 10 ribu sudah puas dengan sepotong ayam plus tahu tempe dan sambel yang membakar lidah. Bahakn ada yang menyediakan teh es. Makin nikmat lagi, disini nasi bungkus masih terjangkau yakni 10 ribuan juga. Uh, makin tergiur kan sama semua makanan itu.

Selain kedua makanan yang sering banget kutemui bahkan makan sehari-hari itu, disini tidak mengingat nama jalan. Bahkan saat bertanya nama Jalan Sudirman dimana, “jujur aku ngeblank” Karena yah disini lebih mengenal nama daerah dibandingkan nama jalan.

Tidak ada mendengar kata kembalian adanya sosok. Jarang mendengar kata aku, yang ada “kami”.

Jadi jika ditanya tentang Jambi ada banyak alasan atau cerita yang bisa diceritakan.

Semua cerita itu bahkan sudah terekam dengan jelas di setiap postingan blog pribadiku. Bahkan bisa disebutkan hampir setengah yang ada di blog itu bercerita tentang Jambi.

Langkah kecil yang telah kulakukan selama hampir 2 tahun ini ialah menuliskan potongan cerita tentang Jambi. Seperti #langkahkecilhariini dimana saja Bersama Jenius bisa diwujudkan untuk menjelajahi Kota Seoul dengan maksimalin nabung di Jenius.  

Selain nabung tulisan di blog ternyata bisa nabung mata uang asing melalui aplikasi Jenius. Siapa yang udah nyobain nih? Jika belum, semoga kita diberi rezeki untuk nabung ya!! Sekarang nabung karya dulu #ups

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *