Pengalaman di vaksin covid
Bilik Cerita

Pengalaman di Vaksin COVID, Mengalami Sedikit Kebas dan Rasa Ingin Istirahat

Pertanyaan yang muncul usai di vaksin ialah gimana rasanya. Kata ini sering terulang, bisa saja tanyakan pada teman yang lain atau menerima pertanyaan tersebut. Jujur saja saat di cairan vaksin di suntik kan ke tubuh seperti disuntik biasa. Seperti digigit semut kata orang-orang. Tapi ini bukan semut api yang sampai meninggalkan jejak gatal dan pedih. Sakit sebentar saja.

Nah, yang ditunggu-tunggu ialah reaksi tubuh setelah di divaksin. Dari pengalaman yang sudah-sudah (relawan vaksin) ialah kebas, mengantuk hingga demam.

Aku di vaksin tanggal 2 Maret, sekitar pukul 10 pagi di Puskesmas Talang Banjar Kota Jambi. Ini vaksin pertamaku. Panik karena khawatir reaksi tubuh bisa terjadi hal yang tidak diinginkan. Apalagi saat persiapan akan di suntik ada salah satu yang pingsan. Kebayang kan gimana paniknya. Bahkan petugasnya panik juga. Badan jadi ikutan panas dingin bok, rasa mau balik aja dan panik enggak jelas. Kami berusaha menenangkan diri sembari mencari makanan untuk menambah energi.

Tiba giliran untuk di vaksin. Cek data diri, mulai dari alamat, no hp, dan ktp. Setelah itu cek tensi dan lainnya dilakukan oleh petugas. Sembari diberi pertanyaan, “pernah sakit apa?” “Ada serumah dengan yang pernah terkena COVID?”

Tensi normal dan saturasi oksigen di tubuh normal. Tak lama kemudian, alkohol swab dioles untuk membersihkan lengan (tepatnya area untuk di suntik). Saat vaksin usahakan memakai baju yang lengannya mudah ditarik atau dibuka. Untuk memudahkan proses suntik atau tanpa repot buka baju.

Gimana rasanya? Tidak begitu sakit, seperti disuntik biasa. Usai disuntik, kita disarankan istirahat paling minimal 30 menit. Menunggu reaksi tubuh terhadap vaksin.

Suntik vaksin pertama, tangan kiri terasa kebas di siang harinya (beberapa jam setelah disuntik). Bahkan untuk mengangkat tangan kiri ke atas kepala rasanya seperti butuh tenaga lebih tidak seperti biasanya. Ngantuk? Tentu saja. Namun karena menghindar tidak tertahankan aku memilih minum kopi. Jadi ngantuknya saat itu masih bisa ditahan.

Hari kedua masih ngantuk juga, tapi ngantuk yang dirasakan ialah kayak malas-malasan gitu. Rasanya ingin istirahat. Hari ketiga kebas udah mulai berkurang, bahkan hanya tinggal sedikit saja. Namun lemas, agak linglung (berdiri lama agak terkesan tidak stabil).

Seminggu pertama aman terkendali hanya rasa ingin malas-malasan yang kerasa banget. Minggu kedua mulai terasa ingin demam. Untuk antisipasi aku minum suplemen. Tidak banyak, hanya sekitar 3 hari dan minum di pagi hari.  Setelah itu sudah enakan.

Setelah dua minggu dari vaksin pertama, saatnya vaksin tahap dua. Kondisinya lebih rileks sih, tapi jujur masih ada rasa deg-deg an juga. Apalagi saat pemeriksaan tensi itu tensimeternya menunjukkan angka dibawah 100. Petugasnya kaget, apalagi aku kan. Setelah di cek kembali dengan tensimeter manual, hasilnya berbeda dan diatas 120 an (yang artinya normal). Hampir saja panik kan, lalu untuk menenangkan diri aku istirahat sembari menunggu giliran temanku yang di vaksin duluan.

Temanku sudah siap di vaksin, lalu aku di periksa lagi tensimeternya. Hasilnya normal. Kemungkinan tensimeter yang pertama error. Sebab saat menggunakan yang manual hasilnya normal.

Suntik vaksin kedua aku berusaha semaksimal mungkin, tidak melihat jarum juga. Dan itu berhasil.

Efek vaksin kedua tidak seperti yang pertama. Tidak ada reaksi ngantuk dan efek lainnya. Bahkan tangan kebas usai di vaksin juga tidak ada. Kebas terasa hanya hitungan jam saja setelah di suntik. Hanya seharian itu kaki kiri terasa ngilu di lutut. Besoknya sudah normal.

Overall setelah 2 minggu dari vaksin kedua sudah normal, tidak ada efek lain lagi selain ngilu di hari pertama.

Poinnya, tiap orang mengalami reaksi yang berbeda-beda ya. Tergantung daya tahan tubuh dan aktifitas hariannya. Setelah vaksin disarankan juga untuk konsumsi suplemen menambah imunitas tubuh. Ini opsional ya!

Terakhir, kali aja ada yang bertanya kenapa aku sudah mendapat giliran vaksin padahal bukan pelayan publik. Aku dapat giliran dari apotek (tempat kerjaku saat ini) dan di daftarkan dari sana. Buat yang belum vaksin ditunggu gilirannya. Tetap jaga kesehatan dan tetap jalankan protokol kesehatan.#

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *